Selasa, 26 November 2013

satuu ayat


Sesudah menunaikan ibadah shalat isya, Win membaca sedikit tafsiran ayat 149-154 surah Ali Imran dalam tafsir Almisbah tulisan Quraishihab. Ayat ini merupakan wahyu Tuhan yang berkaitan dengan perang Uhud. Hal yang paling Win suka disini adalah berita bahwa Allah telah membuka lebar pintu pemaafan bagi mereka yang lari meninggalkan medan perang karena Allah mengetahui ada rasa penyesalan yang mengundang mereka untuk memperbaiki diri di masa mendatang. Allah tu sangat bijaksana memang. Kalo Win c udah kesel banget sama orang-orang kaya gitu. Belum bisa niru kelapangdadaannya (baca: Keagungan) Tuhan. Sempit ya dadanya kalo kita mudah menghukum orang dan males maafin apa yang ia lakukan. Tapi itu teh berarti kita sudah melangkahi Tuhan. Karena Allah aja ga gitu da.
Jadi Win suka ayat ini karena disini Allah menunjukkan betapa Ia Maha Pengasih dan Pengampun. Ayat ini merupakan petunjuk bagi umat Islam agar tidak terpuruk dalam rasa bersalah atas kesalahan yang telah/pernah kita perbuat (kalo emang ada perasaan menyesaaaal banget dalam hatinya). Allah Maha Mengetahui apa yang kita lakukan. Allah masih membuka lebar pintu maaf dan perubahan atas segala kesalahan. Kalo gitu, nyimpen rasa bersalah yang berlebihan dengan tidak melakukan usaha untuk memperbaiki kesalahan adalah tidak menggunakan kepercayaan Tuhan pada kita. Allah mah sok sok aja selama kita tau diri memperbaiki kesalahan maka Allah bilang jangan terlalu dipikirkan, terus aja berusaha perbaiki diri, pikir positif yaa, jangan banyak pusing sama hal-hal buruk kamu yang dulu. Percuma nyesel terus mah. Cuma bakal ngehasilin keterpurukan aja say.
Ada lagi keterangan seru dalam ayat ini. Kaya dibawah ini ni:
“Allah menjanjikan bahwa barang siapa takut kepada-Nya maka tidak akan takut kepada selain-Nya, apapun itu. Dan barang siapa tidak takut kepada-Nya niscaya ia akan takut kepada banyak hal dengan ketakutan yang tak jelas.”
Ini bisa dijadiin tolak ukur ni buat nguji keyakinan kita. Apa kita masi takut berlebih sama hal-hal yang ga jelas? Kaya takut ga dapet kerja sehingga menyogok, takut ga dihormatin sehingga bersikap sewenang-wenang, atau takut miskin sehingga korup/nguntil. Kalo masih ada indikasi takut begini ya bisa dipastiin dia ga takut sama Tuhan. Kalo win si kadang masi suka takut sakit melahirkan dan punya anak sehingga ga mau kawin, belum bisa ngurusnya. Hahahahaa....
#Feminisnya keluar deh... -,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar