Tidaklah penting bagi pembaca mengetahui prihal apa yang melahirkan tanggapan-tanggapan di bawah ini. Yang jelas, ini merupakan bagian dari sebuah perjalanan yang panjang, dan pencarian yang terus berlanjut. Tanpa mengetahui latar belakangnya pun, pembaca akan dapat mengambil satu kebajikan di dalamnya. Semoga. Saya lampirkan sebagian tulisan di bawah ini.
“Pengabdian pada masyarakat itu
ukurannya bukan gaji tapi rasa keagamaan dan kebangsaan. Akan kelihatan bedanya
saat pensiun, yang mengabdi karena umat akan selalu dapat doa dan penghormatan.”
“Orang itu bisa berfikir kritis
kalo hidupnya ga tergantung kepada selain Allah dan tak banyak takut dalam
hidupnya. Kritis itu artinya berfikir mendasar dan berlandaskan ilmu dan
kemapanan kejiwaan, bukan kritis banyak nanya.”
“Penyerahan kita yang benar
berasal dari kebenaran ilmuNya bukan dari ketidakberdayaan kita, karena
penyerahan dalam ketidakberdayaan adalah selemah-lemahnya iman. Bagaimanapun kita
tidak punya alasan untuk tak mengindahkan ilmuNya. Yang dibimbing Tuhannya
akan senantiasa dianugerahi kesempatan untuk mendalami ilmuNya disamping
ilmu-ilmu untuk penghidupannya di dunia. Merugilah orang-orang yang tak punya
kesempatan untuk itu karena tersiksa oleh kesibukan penghidupannya diantara
kesadaran dan kefanaan hidupnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar