Selasa, 26 November 2013

Message (3): Tentang kasih


"Tiap kasih wajib berusaha menjaga fitrah perasaan cinta kasihnya. Jika ia khawatir tak mampu menjaganya, maka ia harus lebih menyayangi dirinya agar terhindar dari hal-hal yang merugikan dirinya secara lahir maupun batin, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Karena hal itu lebih baik dan lebih mengoptimalkan kondisi fisiknya maupun psikisnya hingga ia memahami betapa bermaknanya menjaga kefitrahan perasaan cinta tersebut. Dan hingga satu saat nanti ia mampu berbagi dengan siapapun dan menjadi orang yang selalu dirindukan kehadirannya karena keluasan pemahamannya dan kehalusan perasaannya serta kebijakan pikirnya meski mungkin ia harus jatuh bangun melalui segenap prosesnya (oleh mustad’afin).”

“Orang yang hidup penuh kesejatian cinta hidupnya takan pernah sunyi. Orang yang tidak takut miskin karena yakin ada dijalanNya maka takan pernah miskin. Bahagia itu ada dijiwa bukan pada lahir yang sering menipu. Jika jiwa dipenuhi ilmuNya dan damaiNya maka meskinpernah terpuruk, ia akan bangkit tegar untuk selalu gapai RidhoNya yang belum sempat ia rasakan karena kealfaan sebelumnya. Nurani akan memahami.”

“Bukan kedekatan yang diperlukan saat semuanya memiliki fungsi profesi masing-masing di tempat yang berbeda. Yang dibutuhkan adalah ketegaran dan memaknai makna kasih yang sebenarnya.”

“Seberapa banyak orang berkata cinta diantara kebutaan akan makna cinta dan pencipta cinta itu sendiri.”

“Tak usah tersinggung bila menyangkut pembicaraan tentang mu dengan orang yang punya kasih. Biasakan tundukan perasaan saat merasa benar dan tersinggung. Karena hal demikian adalah kunci sampe sejauh mana kita mampu memahami kehadiran kita di bumi. Bila tak begitu, maka alamat sia-sia saja segala pengorbanan menempuh pendidikan dan lika liku hidup ini.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar