'Pulang' yg ku rindu,
Hai para perantau,
Sudah kah kau 'pulang' ke rumahmu?
Ataukah kau masi sibuk 'berkelana' mencari hidup setara 'mereka' diluar sana?
Mendekat kemari!
Ku bisikkan sesuatu,
Jangan tutup mata hatimu!
Yg kau cari ada disini, dalam dirimu.
Yg akan kau perlukan hanya mendengarkan
Suara hatimu yg berbisik lirih itu.
Hai para perantau,
Ku ingatkan kau rasa 'pulang'
Orientasi & suasana hati berubah lebih tenang,
Lebih sunyi, suara hati lebih keras berbunyi.
Arahnya lebih membumi tak hanya condong ke materi.
Ia ikuti kata hati,
Mengikhlaskan diri,
Menerima semua ini.
Hai para perantau,
Jangan kau terbawa godaan diluar sana,
Godaannya semisal kau mengejar lintasan kereta api yang tak henti, tanpa kau sadari.
Tujuan2 yang gemerlap namun lekas lenyap memenuhi ruang mimpi,
Parahnya, itu menjadi acuan hati.
Materi... Materi...
Dan seambrug tektek bengek kedok gengsi,
tak henti kalian menarik hati untuk tunduk pada dunia ini.
Hai para perantau,
Tetaplah berusaha menjadi jiwa yg tenang
Agar kau benar2 memiliki 'rumah' untuk pulang.
Ya ayyatuhannafsil mutmainnah,
Irji'i ila robbiki rodiyatam mardiyah
Fadhuli fi 'ibadi, wadhuli jannati