Sabtu, 26 Januari 2013

be..!


Wahai pencipta air, api, angin dan tanah yang Maha Pengampun

Aku ingin seperti tanah dalam tenangnya,
Tak bergeming atau panik berhamburan,
Tak pernah lupa diri dan tetap terhampar di atas bumi.

Aku ingin seperti api dalam kobarnya menghanguskan ketidak jelasan,
Gigih membakar sampai ke akar.
Kemudian kembali tenang ketika semua pengganggu telah usang.

Aku ingin seperti air yang selalu tunduk tak pernah pongah,
Dalam keadaan apapun ia selalu mencari dasar terendah,
Kesegarannya memberi harapan kehidupan pada setiap makhluk dan tanah.

Aku ingin seperti angin dalam hembusannya yg tak henti menghampiri tekanan yang lebih rendah,
Selalu ingin menyeimbangkan segala tekanan demi memberikan kesamaan tekanan udara disegala ruang dan waktu.

Mari merinci


Kehidupan kita adalah yang apa yang dibentuk oleh kita dan orang-orang disekitar kita. Dan orang-orang terdekat adalah mereka yang kita percaya untuk ikut berperan mengisi kuning biru cerita hidup kita. Kebahagiaan adalah apa yang terbentuk antara kita dan orang-orang disekitar kita. Maka kebahagiaan adalah bentuk yang terlahir dari kepercayaan itu. Sedangkan kekecewaan yang timbul adalah akibat dari ketidak tepatan menggunakan kepercayaan, atau bisa jadi karena kita salah memberi kepercayaan pada seseorang, walau terkadang beberapa orang yg berperan dalam hidup kita ada yg sudah ditetapkan.

Apapun ceritanya, kita adalah diri yang memberi kepercayaan yang tak lebih dari apa yang kita berikan pada diri dan hati kita sendiri. Apapun peran yang perlu dimainkan orang lain dalam hidup kita, tak mengubah tanggung jawab kita dalam menentukan langkah diri, dengan tak henti memohon petunjuk pada Sang Ilahi.