Pesan singkat dari seorang guru mengingatkan ku agar tidak
mengesampingkan sembahyang (yang akhir-akhir ini terasa tidak serius dijalankan).
Kembali lagi pada apa yang kita cari. Ko asa sibuk sendiri Karena dengan
mengetahuinya langkah kita akan jelas, tersusun terarah, walau nantinya ada
yang tidak sejalan dengan kehendakNya. Tiba-tiba jadi ingat pesan seorang guru; “orang meninggal itu baru afdol matinya kalo hidup
dilingkungan yang rapi. Kalo orang itu meninggal padahal masih stress sama
lingkungan yang belum rapi sistemnya sama Allah malaikatnya juga dimarahin.” Waktu
itu win bingung, apa maksudnya? Ada-ada aja malaikat dimarahin karena nyabut
nyawa orang yang stress karena lingkungannya, toh malaikat juga nyabut nyawa
karena dikasih SK dari Tuhannya. Satu waktu win baca penjelasan tentang tujuan
makhluk hidup diciptakan. Masalah larangan memetik buah yang belum mateng,
merusak tanaman, mengambil hasil bumi dengan serakah. Semuanya mengisyaratkan
tujuan penciptaan tiap makhluk. Bunga diciptakan untuk hidup sempurna menjadi
buah yang matang. Makanya kalo masih mentah masih dilarang untuk dipetik. Abu Bakar
menangis ketika turun ayat “telah kusempurnakan untukmu agamamu...” karena
beliau menyadari tugas nabi Muhammad menyampaikan ajaran Tuhan sudah sempurna,
khatam. Kalo sudah khatam kan berarti the end, sudah the end nabi Muhammad
pasti diambil Tuhan lagi.
Dari informasi panjang tersebut, win jadi dapat kesimpulan
maksud kata-kata yang win kurang faham itu. Manusia menjalankan kehidupan dalam sistem
masyarakat yang diatur pemerintah, atas-atasnya negara gitu ya. Kalo tata kota,
sistem pelayanan, pendidikan aja belum beres sampe masih banyak PR pertanyaan
di fikirannya, dan sistem yang ruet itu bikin dia ruwet, maka belum mencapai sempurna
hidupnya. Makanya malaikat dimarahin seperti halnya manusia dimarahin Tuhan
kalo metik buah yang belum waktunya dipetik.
mudah mudahan malaikatnya ga dimarahin Tuhan pas nyabut nyawa win,,, gkgkgkgk
sodaqollahul'adziim...