Selasa, 09 Oktober 2012

the late interpretation



Pesan singkat dari seorang guru mengingatkan ku agar tidak mengesampingkan sembahyang (yang akhir-akhir ini terasa tidak serius dijalankan). Kembali lagi pada apa yang kita cari. Ko asa sibuk sendiri Karena dengan mengetahuinya langkah kita akan jelas, tersusun terarah, walau nantinya ada yang tidak sejalan dengan kehendakNya. Tiba-tiba jadi ingat pesan seorang guru; “orang meninggal itu baru afdol matinya kalo hidup dilingkungan yang rapi. Kalo orang itu meninggal padahal masih stress sama lingkungan yang belum rapi sistemnya sama Allah malaikatnya juga dimarahin.” Waktu itu win bingung, apa maksudnya? Ada-ada aja malaikat dimarahin karena nyabut nyawa orang yang stress karena lingkungannya, toh malaikat juga nyabut nyawa karena dikasih SK dari Tuhannya. Satu waktu win baca penjelasan tentang tujuan makhluk hidup diciptakan. Masalah larangan memetik buah yang belum mateng, merusak tanaman, mengambil hasil bumi dengan serakah. Semuanya mengisyaratkan tujuan penciptaan tiap makhluk. Bunga diciptakan untuk hidup sempurna menjadi buah yang matang. Makanya kalo masih mentah masih dilarang untuk dipetik. Abu Bakar menangis ketika turun ayat “telah kusempurnakan untukmu agamamu...” karena beliau menyadari tugas nabi Muhammad menyampaikan ajaran Tuhan sudah sempurna, khatam. Kalo sudah khatam kan berarti the end, sudah the end nabi Muhammad pasti diambil Tuhan lagi.

Dari informasi panjang tersebut, win jadi dapat kesimpulan maksud kata-kata yang win kurang faham itu. Manusia menjalankan kehidupan dalam sistem masyarakat yang diatur pemerintah, atas-atasnya negara gitu ya. Kalo tata kota, sistem pelayanan, pendidikan aja belum beres sampe masih banyak PR pertanyaan di fikirannya, dan sistem yang ruet itu bikin dia ruwet, maka belum mencapai sempurna hidupnya. Makanya malaikat dimarahin seperti halnya manusia dimarahin Tuhan kalo metik buah yang belum waktunya dipetik.
mudah mudahan malaikatnya ga dimarahin Tuhan pas nyabut nyawa win,,, gkgkgkgk
sodaqollahul'adziim...